Tiba tiba saja aku merasa bingung. Sebenarnya untuk apa aku bekerja, untuk siapa aku mencari uang. Aku lalu jadi teringat ibuku yang tersayang. Ketika bersama pasangan kita dituntut harus bisa pengertian dan harus bisa menjaga sikap egois kita. Tapi dirumah kita memiliki seseorang yang sangat mengerti secara tulus. Dia tidak minta untuk dimengerti. Selalu mendukung kita disaat seluruh dunia mnyalahkan kita. Oh ibu sesungguhnya aku belum memberikan apa apa kepadamu. Belum bisa membuatmu bangga. Yang aku bisa hanya menyusahkanmu ibu. Apa jadinya kalau tiba saatnya dirimu meninggalkan aku. Dengan siapa aku menggantungkan perasaan aku untuk berkeluh kesah. Oh ibu aku masih membutuhkan kamu. Hiduplah untukku seribu tahun lagi. Aku perlu kamu untuk mendoakan aku selalu.
Ayah dan ibu adalah dua orang yang selalu aku rindukan. Ayah dah ibu yang selalu ada untukku. Mereka selalu bisa untuk aku andalkan. Kapan dan dimana mereka dengan sisa sisa tenaganya selalu dan selalu ada jika aku membutuhkan. Saat ini aku galau karena merindukan mereka. Aku ingin segera pulang untuk melihat mereka. Memuaskan rasa kangenku yang tak berkesudahan. Biarlah kau bilang aku tak dewasa. Aku tak peduli kau istilahkan aku “anak mami”. Aku hanya tak bisa hidup tanpa mereka. Maafkan aku ayah aku terkadang menyepelekan dirimu. Maafkan aku ibu karena aku sering tidak menurut padamu. Aku sering merasa berkuasa dirumah. Aku sesungguhnya tak mengerti dan tak sadar dimana letak surga itu sebenarnya.
Ibu terima kasih untuk setiap bekal makanan yang kau sediakan untukku setiap pagi. Ayah terima kasih untuk semua perjuangan hidupmu sehingga aku bisa seperti ini. Bahkan ketika dirimu sudah tidak bisa lagi memberikan uang untuk keluarga kau tetap mendukung kita dengan doamu yang lama dan tulus. Takkan habis rasa banggaku memiliki dirimu ayah. Kau ada contoh figur seorang ayah untuk seluruh dunia. Katakan padaku apa yang bisa kulakukan untuk mu. Katakan padaku apa makanan kesukaanmu ayah. Maafkan aku yang selama ini masih saja bersikap pelit. Seluruh keringatmu yang membuat aku seperti ini. Maafkan aku yang tak berguna ini. Yang aku tahu hanya menghambur hamburkan uang tak berguna. Terima kasih ayah atas didikanmu selama ini.
Ibu aku ingin segera pulang. Aku ingin segera menemui dirimu. Menghempaskan seluruh beban hidupku padamu. Aku kangen padamu ibu. Kasihmu yang tulus takkan terbayar ibu. Jangan tinggalkan aku ibu. Tetaplah hidup dengan sehat selamanya. Jangan pernah sakit ataupun merasa sakit. Aku ingin segera pulang untuk menemui dirimu ibu.


